TNI/Polri Tempatkan Penembak Jitu

Written by admin   // June 6, 2012   // 0 Comments


Ambon – Jajaran TNI dan Polri di Maluku satu suara perketat pengamanan terhadap Presiden SBY dan keluarga pun tamu-tamu Very-Very Important Person (VVIP) lainnya.

Kendati pengamanan presiden menjadi tanggung jawab TNI dan sudah merupa­kan Prosedur Tetap (Protap) sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang No­mor 34 Tahun 2004, namun Polri merupakan komponen penting yang di-BKO-kan dalam rangka pengamanan orang nomor satu di republik ini.

Tidak heran jika personel TNI dan Polri dengan keahlian khusus seperti penembak jitu (sniper) ditempatkan pada kawasan-kawasan tertentu yang dianggap rawan. Panglima Komando Operasi Pe­ngamanan (Pangkoops Pam) VVIP, Mayjen TNI Suharsono yang ditemui wartawan usai gelar pasu­kan operasi kepolisian “Kubah Siwa­lima 2012” di pelataran Pattimura Park, Selasa (5/6)  mengaku, pihak­nya sudah menem­patkan penem­bak-penembak jitu di setiap titik yang dianggap rawan di Kota Ambon.

“Penempatan penembak-penem­bak jitu memang sudah menjadi protap dari kami selaku satuan pengamanan pre­siden. Kita sudah tempatkan penem­bak-penembak jitu di titik-titik yang kita anggap rawan,” ungkapnya.

Menurut Suharsono yang juga Pangdam XVI/Pattimura ini, sepan­jang pihaknya masih mampu meng­antisipasi setiap kemungkinan ter­buruk maka penempatan penembak jitu bersifat relatif tergantung situasi. “Artinya kita butuh kesiapan serius keberadaan penembak jitu. Jadi rela­tiflah tergantung situasi di lapangan. Tapi saya yakin Ambon aman dan itu merupakan konsekuansi masya­rakat kita dalam menerima tamu-tamu MTQ,” ungkapnya.

Senada dengan Suharsono, Wakil Panglima Komando Operasi Penga­manan (Pangkoops Pam) VVIP, Brigjen Polisi Syarief Gunawan juga menandaskan, para penembak jitu dari unsur Polri dilibatkan dalam kesiapan pengamanan presiden.

Kapolda Maluku ini sepakat dengan TNI bahwa pengamanan presiden selaku simbol negara harus diperketat sebab selain tamu-tamu dari 33 provinsi, turut hadir pula sejumlah perwakilan duta besar dari negara-negara sahabat.

“Kita sudah deteksi dini dan situasi keamanan masih bisa dikendalikan. Masyarakat Maluku harus turut ambil bagian dalam menjaga situasi keama­nan. Tidak hanya TNI dan Polri saja, tapi masyarakat juga harus berperan aktif. Misalnya sama-sama menghin­dari kemacetan lalu lintas, karena ini juga ikut berpengaruh. Sedapat mung­kin kita saling disadarkan untuk sama-sama menjaga wilayah kita bahwa even nasional sementara digelar di daerah ini,” ungkapnya..

Mayjen TNI Suharsono maupun Brigjen Polisi Syarief Gunawan, keduanya sepakat keamanan dan keselamatan presiden pun tamu-tamu VVIP dan undangan harus dijaga hingga penyelenggaraan MTQ berja­lan dengan aman, lancar dan sukses.

Operasi Kubah Siwalima

Sementara itu, Polritidak mau kecolo­ngan dalam mengamankan pelaksanaan even nasional Mu­sabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yud­ho­yono (SBY) saat pem­bukaan 8 Juni 2012 mendatang.

Jika TNI mengerahkan ke­kua­tan sebanyak 3.366 perso­nil khusus amankan Presiden SBY, maka Polri  sebanyak 2.048 perso­nil disiagakan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat da­lam pelaksanaan MTQ Nasional XXIV tahun 2012.

Ribuan personil gabungan itu terdiri 1.117 perso­nil Polri, 491 perso­nil Kodam XVI/Pattimura, 112 perso­nil dari TNI-AL, 92 perso­nil dari TNI-AU, 45 perso­nil dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP Provinsi Maluku serta 167 perso­nil Pamswakarsa.

Untuk pengamanan swakarsa berasal dari remaja masjid, muda mudi Khatolik, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Saka Bhayangkara, FKPPI dan Sentra Komunikasi (Senkon) Polri.

Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan dalam amanatnya saat memimpin apel gelar pasukan dalam rangka operasi kepolisian dengan sandi “Kubah Siwalima 2012” di Lapangan Pattimura Park Selasa (5/6) mengatakan, ribuan personel dilibatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut. “Kami dibantu instansi terkait dan mitra Kamtibmas lainnya,” kata Kapolda.

Menurutnya, Operasi “Kubah Siwalima 2012” dilaksanakan selama 11 hari, mulai 5-16 Juni 2012 dan bersifat kewilayahan serta merupakan operasi kemanusiaan terpadu yang lebih mengedepankan tindakan pree­m­tif dan preventif dengan didukung oleh kegiatan deteksi dini dan pene­gakan hukum.

“MTQ ini berskala nasional yang sangat penting dan memiliki arti sangat krusial terhadap situasi Kam­tibmas nasional. Oleh karenanya Polda Maluku yang di-back up Mabes Polri bersama TNI dan Pemda beserta segenap komponen masyarakat lainnya, harus memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Maluku pada umumnya serta secara khusus bagi seluruh kafilah peserta MTQ dan tamu undangan yang hadir di Kota Ambon,” ungkap Kapolda.

Diakuinya, beberapa waktu lalu masyarakat di Maluku khususnya Kota Ambon telah  dikejutkan dengan adanya beberapa kejadian bentrok antar kelompok masyarakat yang cukup mengganggu situasi Kamtibmas serta menimbulkan isu-isu negatif yang bersifat provokasi.

Belajar dari pengalaman tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat khusus warga Kota Ambon untuk selalu mendukung pelaksanaan MTQ nasional XXIV agar berjalan lancar, aman dan kondusif.

Di tempat terpisah Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Malu­ku, Kombes Polisi Sutanto menje­laskan, Polri dan TNI senantiasa berkoordinasi dalam sebab ada jalur-jalur pengamanan masing-masing.

“Jika TNI tugasnya mengaman­kan presiden dan wakil presiden. Itu artinya sejak presiden tiba di Ambon komando pengendalian diambil alih TNI, sedangkan Polri sifatnya back up. Sebaliknya setelah presiden dan rombongan pulang ke Jakarta, komando pengendalian keamanan kembali diambil alih Polri dan TNI sifatnya back up,” ujar Sutanto.

Kendati mengerahkan 2.048 per­sonil, Mabes Polri juga mengirimkan sebanyak 214 personil Brimob Mabes Polri, 200 personil Brimob Sulawesi Selatan, Densus 88/Anti Teror, Badan Intelejen dan Keama­nan (Baintelkam), Tim Asistensi, 20 Kendaraan Bermotor (Ranmor) ter­masuk roda empat dian­taranya dua unit kendaraan kawal dan satu unit helicopter jenis Bell dan empat unit kapal angkut pasukan.

“Brimob Mabes Polri sudah tiba di Ambon sedangkan Brimob Sulawesi Selatan (Sulsel) sifatnya on call dan stand by di markas. Saatnya kita perlukan tinggal telpon 1,5 jam sudah tiba di Ambon. Kalau tim asistensi tugasnya melakukan asistensi di Ambon yang berkaitan dengan pelak­sanaan operasi di bawah pimpinan Brigjen Polisi Sigit Sudarmanto. Untuk bantuan kapal dua unit juga sudah tiba di Ambon kurang lebih dua bulan yang lalu namanya KM Abimayu se­muanya dalam rangka kegiatan ope­rasi pengamanan MTQ,” jelas Sutanto.

Ia menambahkan, selain bantuan-bantuan tersebut di atas ada juga bantuan berupa tujuh unit peralatan security door dan enam unit metal detector. “Sebenarnya Mabes Polri sedianya mengirimkan anjing pelacak, tetapi personil Brimob Mabes Polri yang sudah tiba di Ambon ini semuanya terlatih termasuk ahli penjinak bom,” ungkapnya.

Dikatakan, ribuan personel itu akan ditempatkan untuk mengisi Bandara Internasional Pattimura Ambon, UKIM, Islamic Center, Masjid Al-Fatah, Lapangan Merdeka IAIN, Muhammadiyah, Kawasan Galung­gung, IAIN dan lain-lainnya yang menjadi arena perlombaan.

Harus Sigap

Kendati situasi Kota Ambon umumnya telah kondusif saat ini, dan ribuan aparat keamanan disiagakan guna mengamankan kedatangan Presiden SBY dalam rangka membuka MTQ Tingkat Nasional XXIV 8 Juni nanti, namun Namun Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku meminta TNI/Polri yang bertugas di Kota Ambon untuk lebih matang dalam menjaga situasi keamanan saat event keagamaan ini berlangsung.

“Aparat keamanan harus bersikap sigap dalam meneliti dan mendeteksi apapun  gejolak  yang akan terjadi di Kota Ambon selama pelaksanaan MTQ. Kita sangat mengharapkan itu untuk kondisi ini tidak boleh terjadi se­suatu dihadapan para tamu mau­pun peserta,” tandas Ketua PHBI Ma­lu­ku, Husein Toisutta kepada Siwa­lima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (5/6).

Dikatakan seluruh umat beragama di Maluku sangat luar biasa dalam me­nyambut pelaksanaan MTQ se­bagai momentum keagamaan yang sangat dihargai.

Ia mengatakan, antusias duku­ngan terhadap pelaksanaan MTQ sangat besar bukan hanya dikala­ngan umat Muslim tetapi juga di kalangan umat Kristen dengan dipajangnya lampion MTQ sebagai pertanda masyarakat turut berpar­tisipasi mensukseskan even bertaraf nasional tersebut.

“Persiapan masyarakat dan seluruh umat beragama serta pemerintah yang begitu luar biasa meyambut pelak­sanaan  MTQ sebagai moment agama yang sangat dihargai,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pe­kerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pendeta John Ruhulessin berharap pelaksa­naan MTQ dapat berjalan dengan baik.

“Kita berdoa agar MTQ sukses ber­jalan dalam damai dan persau­daraan,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan event keagamaan bukan semata-mata terfokus kepada kegiatan saja tetapi harus berorientasi pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 

“Dengan digelarnya MTQ tersebut maka ke depan diharapkan potret Maluku yang dikenal sebagai Negeri Pela-Gandong semakin dipererat lagi.  Momentum ini harus menjadi kekuatan moral bersama untuk menatap masa depan Maluku yang damai, penuh persaudaraan yang adil dan sejahtera,” ungkapnya. (S-32/S-34/Cr-1)


Similar posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *